Dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-64, Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) akan menggelar Sail Bunaken 2009 yang ditempatkan di Teluk Manado dan Bitung pada 11-19 Agustus 2009. Beberapa rangkaian acara dalam Sail Bunaken telah tersusun seperti parade kapal perang, lintas layar (sail pass), yacht rally Darwin (Australia) ke Manado, lintas terbang (fly pass),.kirap kota, open ship, food festival, crew party, admiral dineer, gala dinner. Juga akan diwarnai pemecahan rekor selam dengan disaksikan langsung official dari Guiness World of Record yang berkedudukan di London.
Sail Bunaken 2009 akan dimeriahkan pemecahan rekor selam dengan menurunkan minimal sebanyak 1.500 penyelam dalam bentuk upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-64 di dalam laut
Komandan Lantamal VIII, Laksamana Pertama TNI Willem Rampangilei,yang juga Ketua Bidang Umum Indonesia Fleet Review (IFR) 2009 kepada wartawan di Manado (29/5) mengatakan, penyelaman akan dilaksanakan di perairan sekitar Malalayang Manado, yang sudah disurvei dan dinyatakan bebas dari terumbu kerang dan dasar lautnya adalah pasir.
Willem mengatakan penyelaman akan dilaksanakan pada kedalaman 15 meter sampai 20 meter, dimana persyaratan yang diminta Guiness Book of Record minimal 13 meter dengan durasi dalam air minimal 12 menit. Untuk itu, pada (12/6) telah dilakukan uji coba penyelaman di perairan sekitar Malalayang. Istri Panglima TNI, Jendral TNI Djoko Santoso, tercatat sebagai salah satu peserta yang akan ikut memeriahkan lomba selam tersebut. Acara tersebut akan ditutup dengan penanaman seribu pieces atau jenis terumbu karang buatan penyelam-penyelam senior dan LIPI.
Sail Bunaken 2009 juga dimeriahkan parade 150 kapal pesiar yang berlayar dari Darwin, Australia yang menyinggahi beberapa kota pelabuhan. Sekretaris Jenderal DKP Widi A. Pratikto saat membuka ”Workshop Persiapan Penyelenggaraan Yacht Rally dalam rangka Sail Bunaken 2009” di Nusa Dua, Bali (18/4) mengatakan, dalam kegiatan tersebut, yacht bisa masuk melalui 3 titik pintu, yaitu Saumlaki, Maluku, bagi yacht yang berasal dari Darwin Australia.
Ada juga yang melalui Tarakan bagi yacht yang berasal dari Kinabalu, Malaysia, dan melalui Batam untuk yacht yang berasal dari Singapura. Selanjutnya peserta akan diarahkan melalui rute laut yang telah ditetapkan dan singgah di daerah destinasi seperti Ambon, Tual, Bitung, Wakatobi, Alor, Ende, Mataram, Bali, Banjarmasin, Karimunjawa, Belitung yang sekaligus sebagai tempat keluarnya yacht rally pada saat Sail Bunaken, Mei 2009.
Namun disisi lain masih terdapat beberapa hal yang harus diselesaikan, seperti prosedur izin CAIT (Clearance Aprroval for Indonesian Teritory), CIQP (Custom, Immigration, Quarantine, Port), Kepabeanan (Bea Masuk-Keluar atau PIB dan PEB sementara) bagi yacht, biaya sandar/tambat labuh, serta kesiapan infrastruktur di daerah destinasi.
Pemerintah melalui Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menerbitkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.MH-02.GR.02.01 Tahun 2009 tentang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, yaitu memberi kemudahan pengurusan keimigrasian bagi peserta Yacht Rally Sail Bunaken 2009. Dengan ketentuan itu, visa kunjungan peserta dapat diperpanjang di kantor imigrasi pada pelabuhan singgah. Perpanjangan kunjungan dapat dilakukan hingga 150 hari.
International Fleet Revieew (IFR) atau parade kapal perang merupakan kegiatan puncak Sail Bunaken 2009, akan dimeriahkan dengan parade 29 kapal perang. Termasuk kapal induk George Washington dan tiga kapal destroyer milik Amerika Serikat. Ke-29 kapal perang yang hadir atas undangan dari Indonesia antara lain dari Rusia, China, India, Australia, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Pakistan.
Amerika kemungkinan mengirimkan 2 kapal (diantaranya kapal induk helly), Australia 2 kapal (HMAS New Castle dan Leeuwing), Jepang 3 kapal (destroyer), Singapura 1 kapal, Thailand 3 kapal (frigate), Inggris 1 kapal (HMS Echo), India 1 kapal (destroyer), Brasil 1 kapal (LST), Perancis 1 kapal, Malaysia 2 kapal (KD Kedah dan KLD Tunas Samudera), Belanda, Chili, Peru, Suriah, dan Turki hanya mengirimkan delegasi saja.
TNI AL sendiri, akan mengirimkan 10 kapal perangnya, ditambah dua “tall ship”. Polisi Airud akan mengirimkan dua kapal, Ditjen Perhubungan Laut mendatangkan dua kapal, Ditjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) akan mengirimkan 10 kapal pengawas.
Krisis ekonomi global ternyata tak menghalangi negara-negara peserta untuk mengirimkan kapal perang. Padahal biaya pengoperasian kapal perang, tidaklah murah. Dalam satu hari, satu kapal perang saja minimal menghabiskan bahan bakar 6.000 hingga 7.000 ton per hari.
Pelaksanaan puncak International fleet Review pada 19 Agustus 2009, rencananya dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Berbagai atraksi pesawat tempur juga akan dilakukan.
“Pesawat-pesawat tempur AS akan melakukan atraksi yang lepas landas dari kapal induk mereka. Selain itu pesawat tempur Indonesia juga akan melakukan atraksi yang sama,” ujar dia..
Menjelang matahari terbenam, Presiden SBY rencananya akan menginspeksi seluruh kapal perang dalam posisi lego jangkar. Sedang kapal kepresidenan berlayar menginspeksi kapal satu persatu. Pada saat sailing dan flying pass kapal kepresidenan posisi statis. Seluruh kapal perang akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat dari dekat kapal perang (open ship) selama berlangsungnya Sail Bunaken. 2009.**(dari berbagai sumber).*** |