"Dan khusus untuk upacara pengibaran bendera kebangsaan yang dilaksanakan di bawah laut, maka Indonesia merupakan negara pertama yang melakukannya di tingkat dunia," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul.
Peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, diwarnai sebuah perhelatan besar, spektakuler dan bertaraf Internasional, bertajuk Sail Bunaken 2009, yang dipusatkan di Kota Bitung dan Manado, Sulawesi Utara. Perhelatan itu sendiri dibuka pada 12 Agustus dan akan berlangsung selama sepekan.
Berbagai acara telah disusun pihak penyelenggara (Departemen Kalutan dan Perikanan dan TNI Angkatan Laut) diantaranya, olahraga bahari, kirab kota, seminar serta parade kapal perang internasional atau disebut IFR (Indonesian Fleet Review), dirangkai dua pemecahan rekor dunia, yakni selam massal pada 16 Agustus 2009 dan upacara bendera di bawah laut untuk memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2009.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul dalam jumpa pers di Wisma Elang Laut, Jakarta, Kamis (6/8) mengatakan, pemecahan 2 rekor dunia tersebut akan diikuti oleh 2.200 orang penyelam. Mereka berasal dari TNI/Polri, Instansi Pemerintah, Mahasiswa, dan masyarakat perseorangan.
"Dan khusus untuk upacara pengibaran bendera kebangsaan yang dilaksanakan di bawah laut, maka Indonesia merupakan negara pertama yang melakukannya di tingkat dunia," ujarnya.
Puncak acara Sail Bunaken 2009 akan digelar Indonesian Fleet Review (IFR) pada (19/8). IFR atau parade kapal perang rencananya akan diinspeksi langsung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada kesempatan itu Presiden RI akan menerima penghormatan dari para peserta IFR 09, berupa sailing pass dan flying pass ketika melintas di depan tribun kehormatan. "Dan di setiap kapal perang negara-negara peserta ditempatkan satu orang perwira TNI AL sebagai pemandu," ujarnya.
Penyelenggaraan IFR sendiri menurutnya, memiliki berbagai nilai strategis bagi Indonesia, dan bagi Manado khususnya, salah satunya adalah di bidang ekonomi. Karena saat acara IFR 09 diselenggarakan perputaran uang di Manado akan tinggi, selain itu dengan berlangsungnya acara tersebut dengan aman, maka akan membuat posisi Indonesia di mata internasional akan semakin membaik.
"Selain itu acara ini akan memberikan cakrawala pandang atau wawasan tentang pentingnya membangun kekuatan maritim yang mampu menjaga kepentingan nasional dan internasional, memupuk jiwa dan semangat bahari masyarakat Indonesia. Selain itu, untuk memperkenalkan keindahan dan kekayaan laut Indonesia kepada negara-negara peserta," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Informasi Publik Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo), Suprawoto, saat sosialisasi Sail Bunaken, di Manado, Senin (10/8) mengatakan, pelaksanaan Sail Bunaken juga merupakan momentum untuk mengembalikan citra Indonesia, pascaledakan bom di Jakarta, 17 Juli 2009.
Ada dua alasan dipilihnya Sulut sebagai lokasi Sail Bunaken 2009. Pertama, Sulut memiliki wisata maritim yang dikenal dunia, yakni Taman Nasional laut Bunaken dengan keindahan sejuta biota dan jarang dijumpai di daerah lain.
Kedua, Provinsi Sulut sudah lama dikenal dengan keamanannya, karena terbukti sukses menggelar "World Ocean Conference (WOC)" pada 11-15 Mei 2009, dengan menghadirkan 75 negara dan sejumlah lembaga dunia.
Manado Fair
Pemerintah Provinsi Sulut pun tanggap dan tidak menyia-nyiakan perhelatan akbar tersebut untuk “tebar pesona” melalui acara bertajuk Manado Fair pada 21-22 Agustus 2009 di 20 hotel yang ada di Manado.
Acara pendukung pelaksanaan Sail Bunaken ini rencananya digelar di sepanjang jalan Sudirman mulai dari perempatan lampu merah Sudirman, sampai perempatan jalan Sarapung.
Acara dibuka mulai pukul 17.00 sampai 24.00 Wita dan akan menghadirkan berbagai acara antara lain lomba koor menyanyikan lagu khas Minahasa "Si Patokaan", juga ada lomba khusus bagi para karyawan hotel dan lainnya.
Untuk melibatkan banyak peserta, panitia membangun 60 tenda/stand pameran yang akan diikuti para pengusaha kecil menengah, sejumlah desainer Manado yang juga akan menggelar fashion show. Acara ini akan dijadikan kalender event tetap setiap tahunnya. Upaya ini juga dimaksudkan menggugah warga Sulut untuk lebih mencintai daerahnya dan menghargai kekayaan alam yang ada terutama bawah laut. Karena itu dalam kegiatan menyelam, nantinya juga akan melibatkan warga sekitar.** |