-- Menanti Perhatian Perbankan di Industri Perkapalan -- -- Kabar Baik Dari Laut -- -- Pelayaran Antarpulau Hanya Untuk Kapal Berbendera Indonesia -- -- Geliat Industri Perkapalan Indonesia di Tengah Krisis -- -- NTT Kembali Gelar Lomba Mancing Internasional --
 
 
HOME PERJALANAN MARINA SOSOK TIPS
 
 


Kapal Induk USS George Washington, menjadi primadona parade kapal perang dalam rangka Sail Bunaken 2009 (Foto: manadominahasa.blogspot.com)

Pekik Kemerdekaan Dari Kapal Induk AS
Oleh : Sapto Adiwiloso
 
Sail Bunaken 2009 ditutup dengan Parade Kapal Perang dari berbagai negara. Tampil sebagai primadona pada acara itu yakni Kapal Induk USS George Washington. Mereka tak hanya berparade tetapi juga meneriakkan yel-yel: Indonesia Merdeka !
-------------------
Parade kapal perang atau Fleet Review yang diselenggarakan di Pantai Boulevard, Manado, Sulawesi Utara (19/8) mengakhiri serangkaian acara puncak Sail Bunaken 2009.

Gegap gempita tamu dan pengunjung yang memadati pantai Boulevard tak terbendung ketika Kapal induk USS George Washington mulai mendekati panggung kehormatan. Suasana heroik begitu terasa saat 4.500 perwira dan kru kapal George Washington memberi hormat kepada Inspektur Upacara Menko Polkam Widodo AS dengan berdiri rapi di geladak kapal. Mereka juga meneriakkan yel-yel ”Indonesia Merdeka”. Yel-yel itu diulang oleh sejumlah kru kapal perang asing lainnya.

Berbarengan dengan itu, sebuah pesawat tempur F-18 lepas landas dari geladak kapal yang berjarak sekitar 1.500 meter dari panggung kehormatan.

Kapal induk bertenaga niklir itu melaju di Teluk Manado dengan gagahnya. Dialah primadona Indonesian Fleet Review (IFR) yang dilaksanakan petang itu. Acara tersebut diikuti 26 kapal perang dari 14 negara diantaranya Amerika Serikat, Prancis, Selandia Baru, Australia, Inggris, Pakistan, India, Jepang, China, Korea Selatan, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura.

Sedang tuan rumah Indonesia menyertakan enam KRI, yakni Jos Sudarso, Hasanuddin, Achmad Yani, Fatahillah, Slamet Riyadi, dan KRI Sultan Iskandar Muda, juga kapal tiang panjang Dewaruci dan Tunas Muda dari Malaysia serta kapal nelayan tradisional di Manado. Dua grup pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU melakukan bomber manuver dari belakang panggung kehormatan, menambah maraknya suasana. Suasana tersebut berbeda dengan perhelatan yang sama di Busan, Korea Selatan pada 2008 yang hanya diikuti 11 kapal perang asing, tanpa kehadiran kapal induk.

Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal, Panglima TNI Jenderal Joko Santoso, Gubernur Sulut SH Sarundajang, Dubes AS Cameroon Hume, dan Panglima AL AS Gary Roughead serta seluruh kepala staf TNI yang berdiri di panggung kehormatan pun membalas dengan teriakan, Merdeka !

David Allan Lausman, Komandan Gugus Operasi USS George Washington yang memberi sambutan dari atas kapal mewakili undangan menyatakan kekagumannya atas keramahan masyarakat dan keindahan alam (pantai) Indonesia. Menurutnya, Sail Bunaken telah menyatukan pelaut-pelaut dunia dalam satu perasaan persaudaraan dalam menggelorakan semangat maritim.

”Sail Bunaken telah memperkuat kerja sama, saling pengertian, dan hubungan diplomatik dua negara (Indonesia dan Amerika Serikat). Terima kasih Indonesia, Selamat merayakan hari kemerdekaan,” katanya.

Sedang Panglima TNI berharap, Sail Bunaken memberi banyak harapan bagi Indonesia ke depan untuk mengukuhkan diri sebagai negara kelautan besar di dunia.*

 

 
INDEKS BERITA

Menanti Perhatian Perbankan di Industri Perkapalan
Oleh : Sapto Adiwiloso
Pertumbuhan industri galangan kapal di Indonesia hingga kini masih tertatih-tatih. Salah satu kendalanya adalah keenganan perbankan nasional mengucurkan kredit.
 
Kabar Baik Dari Laut
Oleh : Sapto Adiwiloso
Industri pelayaran niaga dalam negeri semakin berkembang setelah diterapkannya asa cabotage. Sedang Departemen Perikanan dan Kelautan akan menenggelamkan atau membakar kapal-kapal asing ilegal yang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.
 
Pelayaran Antarpulau Hanya Untuk Kapal Berbendera Indonesia
Oleh : Sapto Adiwiloso
Asas cabotage yang segera diberlakukan mengharuskan penggunaan kapal berbendera Indonesia pada pelayaran antarpulau. Ini berarti membuka peluang bagi kapal-kapal berbendera Indonesia untuk mendapatkan kontrak yang lebih besar yang selama ini hanya dikuasai kapal-kapal berbendera asing. ---------------
 
Geliat Industri Perkapalan Indonesia di Tengah Krisis
Oleh : Sapto Adiwiloso
Krisis ekonomi global masih dirasakan industri perkapalan Indonesia. Pemanfaatan kapasitas produksi galangan kapal beru mencapai 50 persen. Bagaimana PT PAL Indonesia menyiasati krisis tersebut sehingga produksi masih dapat berlangsung? --------------------------
 
NTT Kembali Gelar Lomba Mancing Internasional
Oleh : Sapto Adiwiloso
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggelar lomba memancing bertaraf internasional di sebuah selat yang terletak di antara Pulau Timor dan Pulau Rote. Hadiahnya pun cukup menggiurkan.
 
2010: Giliran Ambon Jadi Tuan Rumah
Oleh : Sapto Adiwiloso
Setelah sukses menggelar Sail Bunaken 2009, pemerintah Indonesia akan menggelar kembali perhelatan akbar di Ambon, Maluku pada 2010.
 
Pekik Kemerdekaan Dari Kapal Induk AS
Oleh : Sapto Adiwiloso
Sail Bunaken 2009 ditutup dengan Parade Kapal Perang dari berbagai negara. Tampil sebagai primadona pada acara itu yakni Kapal Induk USS George Washington. Mereka tak hanya berparade tetapi juga meneriakkan yel-yel: Indonesia Merdeka !
 
Parade Kapal Perang di Manado
Oleh : Sapto Adiwilowo
Kehadiran kapal perang asing dalam rangkaian Sail Bunaken 2009 mendorong kerja sama maritim yang lebih baik, khususnya terkait dengan masalah keamanan dan kesejahteraan bersama di bidang kelautan
 
Mengembalikan Kejayaan Bahari Indonesia
Oleh : Sapto Adiwiloso
Dua pemecahan rekor yang dicapai pada rangkaian Sail Bunaken 2009, yakni senam massal dan pengibaran bendera merah putih di dasar laut, diharapkan mampu membangkitkan semangat kebaharian.
 
SAIL BUNAKEN 2009: Kibaran Merah Putih di Bawah Laut
Oleh : Sapto Adiwiloso
"Dan khusus untuk upacara pengibaran bendera kebangsaan yang dilaksanakan di bawah laut, maka Indonesia merupakan negara pertama yang melakukannya di tingkat dunia," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul.
 

 

 
  Indonesia Boat
 
  Redaksi | Suara Komunitas  
 
Copyright (c) 2009 “Boat Indonesia JAC” All rights reserved.