-- Menanti Perhatian Perbankan di Industri Perkapalan -- -- Kabar Baik Dari Laut -- -- Pelayaran Antarpulau Hanya Untuk Kapal Berbendera Indonesia -- -- Geliat Industri Perkapalan Indonesia di Tengah Krisis -- -- NTT Kembali Gelar Lomba Mancing Internasional --
 
 
HOME PERJALANAN MARINA SOSOK TIPS
 
 


Teluk Ambon yang sudah semakin aman dan kondusif diharapkan mampu menjadi titik singgah bagi peserta Sail Ambon 2010. Insert: Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu (Foto: Indonesiaboat/www.presidensby.info)

2010: Giliran Ambon Jadi Tuan Rumah
Oleh : Sapto Adiwiloso
 
Setelah sukses menggelar Sail Bunaken 2009, pemerintah Indonesia akan menggelar kembali perhelatan akbar di Ambon, Maluku pada 2010.
--------------
Keberhasilan Sail Bunaken 2009 di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara, akan terus berlanjut. Tahun 2010 giliran Pemerintah Provinsi Maluku yang ditunjuk sebagai tuan rumah Sail Ambon 2010.

Pemerintah Indonesia berharap sejumlah kapal perang, kapal layar (yacht), serta pesawat tempur yang berparade pada Sail Bunaken 2009 di Teluk Manado, bisa berpartisipasi lagi pada Sail Ambon 2010 di Provinsi Maluku.

Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, di Manado, Kamis (20/8) mengatakan, rencana tersebut telah mendapat persetujuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan akan diupayakan lebih optimal lagi.

"Sail Ambon akan digelar pada 2010 dan sudah mendapat persetujuan Presiden, sehingga akan disukseskan secara optimal," katanya. Acara yang akan tersaji pada Sail Ambon 2019 diantaranya Sailing dan Flying Pass, Kirab Kota, dan seminar internasional, seperti yang dilakukan di Manado. Acara tersebut, menurut Freddy bisa membawa pengaruh positif kepada masyarakat internasional.

Freddy menambahkan, pada 2012 parade kapal perang akan diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sementara, untuk 2011, belum dijadwalkan lokasinya.

Sejumlah kapal peserta Sail Bunaken yang diharapkan hadir di Ambon, yakni USS George Washington, USS Cowpens CG-63, Fitzgerald DDG 61, Mustin DDG 89, dan McCambel DDG 85 dari Amerika Serikat.

Demikian juga KRI Sultan Hasanudin, Phuttaloetia Naphalai FF dan Rattanakosin FS441 (Thailand), HMS Echo dan INS Khukri P49 (Inggris), KD Kedah 171 dan KD Tunas Samudera (Malaysia), Manuel L Quezon PS 70 (Filipina), RSS Tenacious dan RSS Darling (Singapura).

Coast Guard Triton (Australia), INS Airavat (India), JDS Kashima, JDS Shimayuki, JDS Yuugiri (Jepang), Guang Zhou (Cina), ROKS Choi Young DDH, Dae Cheong (Korea), PNS Zulfiquar (Pakistan), FS La Somme (Perancis), HMNZS Canbterbury (Selandia Baru) serta beberapa KRI.

Seiring dengan itu, para peserta Sail Indonesia 2009 juga akan diikutsertakan memeriahkan penyelenggaraan Sail Ambon 2010, seperti yang dilakukan pada Sail Bunaken 2009

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu di Ambon, Maluku, berharap peserta Sail Indonesia 2009 juga akan menghadiri perayaan Sail Ambon 2010. Karel berharap para peserta diminta ikut menginformasikan kepada yachter lainnya tentang situasi keamanan di Maluku yang benar-benar telah aman dan kondusif. Tidak menakutkan, seperti yang diberitakan selama ini.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menggelar acara Welcome Ceremony kepada ratusan peserta kapal layar Sail Indonesia, di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tantui, Ambon Selasa (4/8)

Menurut Ralahalu, kondisi keamanan di Maluku pascakonflik 1999 lalu, berdasarkan hasil analisa intelijen jauh lebih aman dibanding daerah lainnya di Tanah Air, termasuk Jakarta, dan hal ini dapat dibuktikan dengan suksesnya pelaksanaan pemilu legislatif maupun pilpres dan pilkada di berbagai daerah di Maluku.

"Ini membuktikan bahwa seluruh komponen masyarakat di Maluku telah memiliki persepsi dan komitmen yang sama untuk hidup berdampingan secara damai sebagai sesama orang basudara dan dibingkai kultur adat dan budaya Pela dan Gandong," katanya.

Ia berharap peranserta para wisatawan yang mengikuti Sail Indonesia/Sail Bunaken 2009 itu, juga dapat mempromosikan potensi keindahan alam Maluku, terutama wisata bahari serta beragam kebudayaan yang dimiliki, sehingga Maluku bisa melegenda di mata dunia internasional.

"Kami ingin agar Maluku dapat melegenda kembali dan tidak hanya terkenal karena keharuman pala dan cengkeh yang dahulu menjadi incaran bangsa Eropa saja, tetapi juga dikenal karena potensi dan kekayaan bahari yang dimiliki dan belum tentu ditemukan di daerah lainnya,' katanya.

Berbagai ajang promosi, menurut Karel, terus dilakukan, baik di dalam maupun di luar negeri, sehingga wilayah ini dapat dikenal orang dan menarik untuk dikunjungi setiap saat, di samping pengembangan dan peningkatan fasilitas penunjang pariwisata juga terus dilakukan.

Dengan kekayaan potensi wisata bahari yang dimiliki ini menurutnya, jika dikembangkan secara profesional, maka Maluku akan mampu berkembang sama seperti provinsi Bali di masa mendatang.

Ia berharap, selama berada di Kota Ambon, para peserta Sail Indonesia dapat menikmati keindahan wisata pantai maupun peninggalan sejarah serta kebudayaan masyarakat di daerah ini, sehingga dapat memberikan kepuasan sekaligus menjadi cerita tersendiri untuk disampaikan kepada keluarga maupun kerabat serta wisatawan lainnya, saat kembali ke negara asal masing-masing. *

 

 
INDEKS BERITA

Menanti Perhatian Perbankan di Industri Perkapalan
Oleh : Sapto Adiwiloso
Pertumbuhan industri galangan kapal di Indonesia hingga kini masih tertatih-tatih. Salah satu kendalanya adalah keenganan perbankan nasional mengucurkan kredit.
 
Kabar Baik Dari Laut
Oleh : Sapto Adiwiloso
Industri pelayaran niaga dalam negeri semakin berkembang setelah diterapkannya asa cabotage. Sedang Departemen Perikanan dan Kelautan akan menenggelamkan atau membakar kapal-kapal asing ilegal yang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.
 
Pelayaran Antarpulau Hanya Untuk Kapal Berbendera Indonesia
Oleh : Sapto Adiwiloso
Asas cabotage yang segera diberlakukan mengharuskan penggunaan kapal berbendera Indonesia pada pelayaran antarpulau. Ini berarti membuka peluang bagi kapal-kapal berbendera Indonesia untuk mendapatkan kontrak yang lebih besar yang selama ini hanya dikuasai kapal-kapal berbendera asing. ---------------
 
Geliat Industri Perkapalan Indonesia di Tengah Krisis
Oleh : Sapto Adiwiloso
Krisis ekonomi global masih dirasakan industri perkapalan Indonesia. Pemanfaatan kapasitas produksi galangan kapal beru mencapai 50 persen. Bagaimana PT PAL Indonesia menyiasati krisis tersebut sehingga produksi masih dapat berlangsung? --------------------------
 
NTT Kembali Gelar Lomba Mancing Internasional
Oleh : Sapto Adiwiloso
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggelar lomba memancing bertaraf internasional di sebuah selat yang terletak di antara Pulau Timor dan Pulau Rote. Hadiahnya pun cukup menggiurkan.
 
2010: Giliran Ambon Jadi Tuan Rumah
Oleh : Sapto Adiwiloso
Setelah sukses menggelar Sail Bunaken 2009, pemerintah Indonesia akan menggelar kembali perhelatan akbar di Ambon, Maluku pada 2010.
 
Pekik Kemerdekaan Dari Kapal Induk AS
Oleh : Sapto Adiwiloso
Sail Bunaken 2009 ditutup dengan Parade Kapal Perang dari berbagai negara. Tampil sebagai primadona pada acara itu yakni Kapal Induk USS George Washington. Mereka tak hanya berparade tetapi juga meneriakkan yel-yel: Indonesia Merdeka !
 
Parade Kapal Perang di Manado
Oleh : Sapto Adiwilowo
Kehadiran kapal perang asing dalam rangkaian Sail Bunaken 2009 mendorong kerja sama maritim yang lebih baik, khususnya terkait dengan masalah keamanan dan kesejahteraan bersama di bidang kelautan
 
Mengembalikan Kejayaan Bahari Indonesia
Oleh : Sapto Adiwiloso
Dua pemecahan rekor yang dicapai pada rangkaian Sail Bunaken 2009, yakni senam massal dan pengibaran bendera merah putih di dasar laut, diharapkan mampu membangkitkan semangat kebaharian.
 
SAIL BUNAKEN 2009: Kibaran Merah Putih di Bawah Laut
Oleh : Sapto Adiwiloso
"Dan khusus untuk upacara pengibaran bendera kebangsaan yang dilaksanakan di bawah laut, maka Indonesia merupakan negara pertama yang melakukannya di tingkat dunia," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul.
 

 

 
  Indonesia Boat
 
  Redaksi | Suara Komunitas  
 
Copyright (c) 2009 “Boat Indonesia JAC” All rights reserved.