-- Menanti Perhatian Perbankan di Industri Perkapalan -- -- Kabar Baik Dari Laut -- -- Pelayaran Antarpulau Hanya Untuk Kapal Berbendera Indonesia -- -- Geliat Industri Perkapalan Indonesia di Tengah Krisis -- -- NTT Kembali Gelar Lomba Mancing Internasional --
 
 
HOME PERJALANAN MARINA SOSOK TIPS
 
 


Kapal berbendera asing, diharamkan digunakan dalam pelayaran antarpulau sesuai asas cabotage. (Foto: www.radartarakan.com)

Pelayaran Antarpulau Hanya Untuk Kapal Berbendera Indonesia
Oleh : Sapto Adiwiloso
 
Asas cabotage yang segera diberlakukan mengharuskan penggunaan kapal berbendera Indonesia pada pelayaran antarpulau. Ini berarti membuka peluang bagi kapal-kapal berbendera Indonesia untuk mendapatkan kontrak yang lebih besar yang selama ini hanya dikuasai kapal-kapal berbendera asing.

---------------

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Indonesian National Shipowners Association (INSA) menyambut gembira akan diberlakukannya asas cabotage yang mengharuskan penggunanan kapal berbendera Indonesia pada pelayaran antarpulau.

Dengan diterapkannya asas tersebut, maka penggunaan kapal-kapal berbendera asing bagi pelayaran antarpulau, seperti untuk kegiatan pertambangan lepas pantai, pengeboran minyak dan sebagainya, diharamkan.

Ketua DPP Paulis A Djohan mengungkapkan kepada wartawan, Rabu (9/9) melihat sejauh ini industri pengguna angkutan kapal tampaknya belum siap memberikan kontrak untuk perusahaan pelayaran lokal. Terutama perusahaan pertambangan lepas pantai. Padahal penerapan asas cabotage bakal diterapkan dalam hitungan bulan.

INSA melihat peluang bisnis pelayaran antarpulau di Indonesia sangat besar. Di sisi lain ia prihatin, potensi penyewaan kapal dalam negeri yang hilang setiap tahun mencapai US$ 1 miliar.

Paulis menyontohkan, floating storage and offloading (FSO) atau tanker tempat menimbun minyak di tengah laut. Dari sekitar 20 yang ada di perairan Indonesia, hanya tujuh yang berbendera Indonesia. Padahal satu FSO nilainya mencapai US$ 50 juta hingga US$ 200 juta.

Melihat besarnya peluang itu, maka kini INSA gencar menyuarakan penerapan asas cabotage secara konsekuen. Menurutnya, telah tibalah saatnya kapal-kapal berbendera Indonesia berkompetisi untuk mendapatkan nilai kontrak yang cukup besar. Menurutnya selama ini, kapal-kapal lokal hanya mendapat kontrak yang nilainya tak seberapa. "Kami cuma kebagian menyewakan kapal-kapal kecil bernilai US$ 3 juta hingga US$ 5 juta," terang Paulis.

Pada Agustus lalu, lembaga yang dipimpinnya menerima keluhan dari salah satu anggotanya, yakni PT Pelayaran Kanaka Dwimitra Manunggal yang mengeluhkan ulah Hess Limited dalam memenangkan perusahaan asing PT Surf Marine untuk pengadaan kapal pengangkut awak pengeboran (crew boat). Padahal perusahaan perkapalan dalam negeri sudah bisa menyediakan crew boat.

Menurut Paulis itu menunjukkan kurang tegasnya sikap pemerintah terutama Badan Pelaksana minyak dan gas dalam menerapkan asas cabotage. "Seharusnya dalam pelaksanaan tender, mereka mensyaratkan penggunaan kapal dalam negeri," katanya.

Menyikapi situasi semacam itu, Direktorat Perhubungan Laut tak bisa berbuat banyak. Karena itu pihaknya berusaha mendorong penerapan asas cabotage dengan memfasilitasi dan melakukan sosialisasi.

 

 
INDEKS BERITA

Menanti Perhatian Perbankan di Industri Perkapalan
Oleh : Sapto Adiwiloso
Pertumbuhan industri galangan kapal di Indonesia hingga kini masih tertatih-tatih. Salah satu kendalanya adalah keenganan perbankan nasional mengucurkan kredit.
 
Kabar Baik Dari Laut
Oleh : Sapto Adiwiloso
Industri pelayaran niaga dalam negeri semakin berkembang setelah diterapkannya asa cabotage. Sedang Departemen Perikanan dan Kelautan akan menenggelamkan atau membakar kapal-kapal asing ilegal yang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.
 
Pelayaran Antarpulau Hanya Untuk Kapal Berbendera Indonesia
Oleh : Sapto Adiwiloso
Asas cabotage yang segera diberlakukan mengharuskan penggunaan kapal berbendera Indonesia pada pelayaran antarpulau. Ini berarti membuka peluang bagi kapal-kapal berbendera Indonesia untuk mendapatkan kontrak yang lebih besar yang selama ini hanya dikuasai kapal-kapal berbendera asing. ---------------
 
Geliat Industri Perkapalan Indonesia di Tengah Krisis
Oleh : Sapto Adiwiloso
Krisis ekonomi global masih dirasakan industri perkapalan Indonesia. Pemanfaatan kapasitas produksi galangan kapal beru mencapai 50 persen. Bagaimana PT PAL Indonesia menyiasati krisis tersebut sehingga produksi masih dapat berlangsung? --------------------------
 
NTT Kembali Gelar Lomba Mancing Internasional
Oleh : Sapto Adiwiloso
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggelar lomba memancing bertaraf internasional di sebuah selat yang terletak di antara Pulau Timor dan Pulau Rote. Hadiahnya pun cukup menggiurkan.
 
2010: Giliran Ambon Jadi Tuan Rumah
Oleh : Sapto Adiwiloso
Setelah sukses menggelar Sail Bunaken 2009, pemerintah Indonesia akan menggelar kembali perhelatan akbar di Ambon, Maluku pada 2010.
 
Pekik Kemerdekaan Dari Kapal Induk AS
Oleh : Sapto Adiwiloso
Sail Bunaken 2009 ditutup dengan Parade Kapal Perang dari berbagai negara. Tampil sebagai primadona pada acara itu yakni Kapal Induk USS George Washington. Mereka tak hanya berparade tetapi juga meneriakkan yel-yel: Indonesia Merdeka !
 
Parade Kapal Perang di Manado
Oleh : Sapto Adiwilowo
Kehadiran kapal perang asing dalam rangkaian Sail Bunaken 2009 mendorong kerja sama maritim yang lebih baik, khususnya terkait dengan masalah keamanan dan kesejahteraan bersama di bidang kelautan
 
Mengembalikan Kejayaan Bahari Indonesia
Oleh : Sapto Adiwiloso
Dua pemecahan rekor yang dicapai pada rangkaian Sail Bunaken 2009, yakni senam massal dan pengibaran bendera merah putih di dasar laut, diharapkan mampu membangkitkan semangat kebaharian.
 
SAIL BUNAKEN 2009: Kibaran Merah Putih di Bawah Laut
Oleh : Sapto Adiwiloso
"Dan khusus untuk upacara pengibaran bendera kebangsaan yang dilaksanakan di bawah laut, maka Indonesia merupakan negara pertama yang melakukannya di tingkat dunia," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul.
 

 

 
  Indonesia Boat
 
  Redaksi | Suara Komunitas  
 
Copyright (c) 2009 “Boat Indonesia JAC” All rights reserved.