-- Menanti Perhatian Perbankan di Industri Perkapalan -- -- Kabar Baik Dari Laut -- -- Pelayaran Antarpulau Hanya Untuk Kapal Berbendera Indonesia -- -- Geliat Industri Perkapalan Indonesia di Tengah Krisis -- -- NTT Kembali Gelar Lomba Mancing Internasional --
 
 
HOME PERJALANAN MARINA SOSOK TIPS
 
 


Laut harus diselamatkan dari pengerusakan yang disengaja maupun tak disengaja

Selamatkan Laut dari Kerusakan
Oleh : Saptoadi
 
Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan sekitar 500 anggota delegasi dalam pidato pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri Konferensi Kelautan Dunia (WOC) di Manado (14/5) sungguh melegakan kita semua. Pada kesempatan itu Presiden menegaskan, telah tiba saatnya dunia mendengar pesan dari laut yang selama ini terabaikan. Menjaga dan memedulikan laut, membantu dunia bertahan melewati abad ke-21.

Kepedulian terhadap laut, itulah momentum yang senantiasa dinantikan di setiap era pemerintahan. Dapat dikatakan, sejak Orde Baru berkuasa, aspek pembangunan lebih dikonsentrasikan di darat. Laut pun terabaikan. Akibatnya, kerusakan di laut akibat ulah manusia, tak terhindarkan. Misalnya pencurian, penangkapan ikan secara merusak dan berlebihan serta polusi yang sudah sangat mengkhawatirkan.

Belum lagi ancaman akibat pemanasan global. Desima Williams, Ketua Aliansi Negara-negara Kepulauan Kecil (AOSIS) dalam forum Global Ocean Policy Day yang merupakan rangkaian acara WOC di Manado, Sulut, mengatakan, jika kenaikan permukaan air laut terjadi akibat pemanasan global, diramalkan 43 negara kecil berada dalam bahaya. Apalagi secara alami, negara-negara kecil tersebut, bergantung penuh pada keberlanjutan sumber daya laut.

Sejumlah kelompok masyarakat sipil juga mengeluarkan pernyataan khusus yang agak berbeda. Laut tak hanya soal perubahan iklim, tetapi juga polusi, pencurian ikan, sampah laut, kerusakan habitat dan hak hidup nelayan tradisional.

Komunitas ilmiah tersebut meminta para pemerintah merespons segera secara kooperatif, mengenai ancaman itu sebelum semuanya melebihi kapasitas mereka untuk meresponsnya. Komunitas yang menamakan diri Center for Ocean Solutions Meg Cladwell yang berpusat di California, AS itu, sebelumnya telah melakukan penelitian di kawasan samudera Pasifik yang melibatkan ratusan peneliti.

Seruan serupa juga disampaikan Aliansi Manado, sebuah organisasi yang beranggotakan organisasi masyarakat sipil nasional dan regional. Mereka mendesak agar lima prinsip yaitu perhatian atas hak-hak nelayan dan perairan tangkap tradisional, mencegah terjadinya krisis pangan melalui penghentian praktik pencurian ikan serta pencemaran laut, ditegaskan dalam MOD (Manado Ocean Declaration) yang merupakan target WOC 2009 kali ini.

Presiden SBY mengakui, saat ini laut sedang menghadapi masalah besar yang disebabkan penangkapan ikan berlebihan, pencemaran laut, kerusakan terumbu karang, pemanasan suhu, polusi, dan perubahan iklim. Es di kutub utara dan selatan mencair.

"Kita sebagai manusia harus menghentikannya. Kalau tidak, kecenderungan kerusakan akan banyak lagi, padahal manusia sangat bergantung pada laut. Banyak budaya dan cara hidup masyarakat dibentuk oleh laut. Delapan puluh persen, perdagangan global menggunakan laut sebagai sarana," ujar SBY.

Senada dengan Presiden SBY, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton juga menyerukan dunia agar melindungi laut. Hillary juga berharap ada kerjasama yang lebih dalam lagi antar negara untuk menjaga kesehatan laut.

Pesan tersebut disampaikan Hillary dalam pidatonya yang direkam dalam DVD yang akan ditayangkan pada pertemuan tingkat menteri World Ocean Conference (WOC) di Grand Kawanua Convention Center (GKCC), Manado, Sulawesi Utara, Kamis (14/5/2009).

"Sudah saatnya melakukan lebih banyak hal untuk melindungi laut, planet dan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Konferensi kelautan dunia memberi kesempatan kepada perwakilan dari seluruh dunia untuk bersatu dalam suatu kecemasan. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya," kata Hillary.

Hillary juga mengingatkan, dampak terbesar akibat pemanasan global akan dialami masyarakat pesisir di negara-negara berkembang Karenaitu katanya, harus dipikirkan biaya kemanusiaan yang timbul akibat perubahan iklim tersebut. "Saya mendorong agar kita semua menjadikan isu biaya kemanusiaan dari perubahan iklim sebagai isu utama dan terdepan baik dalam pembicaraan di Indonesia maupun di waktu-waktu mendatang," demikian Hillary.

 

 
INDEKS BERITA

Menanti Perhatian Perbankan di Industri Perkapalan
Oleh : Sapto Adiwiloso
Pertumbuhan industri galangan kapal di Indonesia hingga kini masih tertatih-tatih. Salah satu kendalanya adalah keenganan perbankan nasional mengucurkan kredit.
 
Kabar Baik Dari Laut
Oleh : Sapto Adiwiloso
Industri pelayaran niaga dalam negeri semakin berkembang setelah diterapkannya asa cabotage. Sedang Departemen Perikanan dan Kelautan akan menenggelamkan atau membakar kapal-kapal asing ilegal yang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.
 
Pelayaran Antarpulau Hanya Untuk Kapal Berbendera Indonesia
Oleh : Sapto Adiwiloso
Asas cabotage yang segera diberlakukan mengharuskan penggunaan kapal berbendera Indonesia pada pelayaran antarpulau. Ini berarti membuka peluang bagi kapal-kapal berbendera Indonesia untuk mendapatkan kontrak yang lebih besar yang selama ini hanya dikuasai kapal-kapal berbendera asing. ---------------
 
Geliat Industri Perkapalan Indonesia di Tengah Krisis
Oleh : Sapto Adiwiloso
Krisis ekonomi global masih dirasakan industri perkapalan Indonesia. Pemanfaatan kapasitas produksi galangan kapal beru mencapai 50 persen. Bagaimana PT PAL Indonesia menyiasati krisis tersebut sehingga produksi masih dapat berlangsung? --------------------------
 
NTT Kembali Gelar Lomba Mancing Internasional
Oleh : Sapto Adiwiloso
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggelar lomba memancing bertaraf internasional di sebuah selat yang terletak di antara Pulau Timor dan Pulau Rote. Hadiahnya pun cukup menggiurkan.
 
2010: Giliran Ambon Jadi Tuan Rumah
Oleh : Sapto Adiwiloso
Setelah sukses menggelar Sail Bunaken 2009, pemerintah Indonesia akan menggelar kembali perhelatan akbar di Ambon, Maluku pada 2010.
 
Pekik Kemerdekaan Dari Kapal Induk AS
Oleh : Sapto Adiwiloso
Sail Bunaken 2009 ditutup dengan Parade Kapal Perang dari berbagai negara. Tampil sebagai primadona pada acara itu yakni Kapal Induk USS George Washington. Mereka tak hanya berparade tetapi juga meneriakkan yel-yel: Indonesia Merdeka !
 
Parade Kapal Perang di Manado
Oleh : Sapto Adiwilowo
Kehadiran kapal perang asing dalam rangkaian Sail Bunaken 2009 mendorong kerja sama maritim yang lebih baik, khususnya terkait dengan masalah keamanan dan kesejahteraan bersama di bidang kelautan
 
Mengembalikan Kejayaan Bahari Indonesia
Oleh : Sapto Adiwiloso
Dua pemecahan rekor yang dicapai pada rangkaian Sail Bunaken 2009, yakni senam massal dan pengibaran bendera merah putih di dasar laut, diharapkan mampu membangkitkan semangat kebaharian.
 
SAIL BUNAKEN 2009: Kibaran Merah Putih di Bawah Laut
Oleh : Sapto Adiwiloso
"Dan khusus untuk upacara pengibaran bendera kebangsaan yang dilaksanakan di bawah laut, maka Indonesia merupakan negara pertama yang melakukannya di tingkat dunia," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul.
 

 

 
  Indonesia Boat
 
  Redaksi | Suara Komunitas  
 
Copyright (c) 2009 “Boat Indonesia JAC” All rights reserved.