-- Pengelola Marina Ancol Masih Segel Enam Kapal Motor -- -- One Stop Service Marina Batavia Sunda Kelapa -- -- Sensasi Quicksilver Sunda Kelapa Cruise -- -- Wisata Murah Meriah ke Pulau Seribu --
 
 
HOME PERJALANAN MARINA SOSOK TIPS
 
 


Suasana di Marina Ancol : Ada tujuh kapal yang disegel. (Foto: www.pulauseribujakarta, blogspot.com)

Pengelola Marina Ancol Masih Segel Enam Kapal Motor
Oleh : Sapto Adiwiloso
 
Manajemen PT Marina Jaya Ancol menyegel tujuh kapal yang biasa mengangkut pegawai negeri sipil ke Kepulauan Seribu karena belum membayar biaya sandar dan tidak disiplin saat bersandar.

------------------

Akibat ketidakdisiplinan saat sandar serta belum dibayarnya uang sandar kapal di Marina Ancol, manajemen Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) menyegel tujuh kapal. Salah satunya, KM Bandar Jakarta I, milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu. Enam lainnya kapal swasta.

Tak main-main, kapal-kapal itu dirantai dan digembok di dermaga sehingga tidak bisa berlayar. General Manager Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) Harwanto, kepada wartawan mengatakan, penyegelan dilakukan karena pemilik kapal tidak membayar sandar sampai batas waktu yang ditetapkan (tiga bulan). Pihaknya mengaku sebelumnya telah berkali-kali mengirim surat peringatan, tetapi tidak diindahkan.

Kapal-kapal yang disegel karena belum membayar biaya sandar kapal diantaranya, KM Sepa milik pengembang resort Pulau Sepa Permai, dan KM Astrea. Sedangkan yang salah sandar, yakni KM Bandar Jakarta I milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.

“Manajemen telah menyampaikan surat peringatan beberapa kali. Tapi pemilik belum juga menyelesaikan pembayaran biaya sandar kapal (mouring) kapal sehingga kami harus bertindak tegas,” kata Harwanto, GM Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), kemarin.

Ketika ditanya tentang besarnya tarif yang dipasang manajemen TIJA, Harwanto mengatakan, biaya sandar kapal disesuaikan dengan panjang badan kapal. Untuk lokasi ujung dermaga dikenakan biaya Rp200 ribu per meter tiap bulannya dan sandaran yang terdapat di dalam dermaga dikenakan tarif sebesar Rp 170 ribu per meter tiap bulannya.

“Biaya itu ditambah dengan PPN 10 persen. Biasanya menajemen mengambil tindakan perantaian untuk meminta pemilik segera melunasi utang biaya sandar kapal,” ujar Harwanto.

Humas TIJA, Sofia Cakti, mengatakan, KM Bandar Jakarta I terpaksa dirantai karena tak disiplin saat sandar di dermaga. ”Dia seharusnya sandar di Dermaga 22, tetapi kapal itu selalu sandar di dermaga bongkar muat. Hal ini tentu saja mengganggu pengguna dermaga yang lain. Kami sudah berulang kali menegur, tetapi tidak diindahkan,” tuturnya.

Sofia Cakti ketika dihubungi www.indonesiaboat.com lewat telepon (26/8) membenarkan, pihaknya telah menyegel tujuh kapal motor yang sandar di dermaga Marina, Ancol. Namun ia menolak memberikan jawaban lebih lanjut dan mempersilahkan mengirimkan daftar pertanyaan secara tertulis. “Kami tidak mau memberi jawaban lain kecuali apa yang sudah kami siarkan di media. Silahkan kirim daftar pertanyaan melalui fax, nanti akan kami tindaklanjuti dengan petugas yang ada di lapangan,” ujarnya.

Bupati Kepulauan Seribu Burhanuddin mengaku belum mengetahui peristiwa itu. Namun, dia berjanji akan melakukan pengecekan tentang hal itu. Jika benar, Pemkab Kepulauan Seribu akan mengupayakan agar rantai KM Bandar Jakarta I segera dilepas.
”Secepatnya saya akan cek masalah itu, KM Bandar Jakarta I sangat dibutuhkan untuk menyeberangkan PNS bertugas ke Kepulauan Seribu,” katanya.

Sedang Sekretaris Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Krisdianto menyayangkan penyegelan tersebut. “Seharusnya penyegelan tidak terjadi karena pemkab telah mempunyai anggaran untuk sandar kapal. Biaya untuk transportasi pegawai pemkab telah dianggarkan APBD setiap tahun, termasuk biaya sandar kapal,” ujarnya.

Informasi terakhir yang diterima www.indonesiaboat.com dari Humas TIJA, Kapal Bandar Jakarta I milik Pemprov DKI Jakarta yang disegel sejak senanin lalu, akhirnya dilepas, Rabu (26/8) pagi.

Kapal tersebut dilepas segel setelah pengurus kapal datang dan menunjukkan niat baiknya. Sedang enam kapal lainnya masih disegel karena tidak ada respons dari pemilik.*

 

 
INDEKS BERITA
Pengelola Marina Ancol Masih Segel Enam Kapal Motor
Oleh : Sapto Adiwiloso
Manajemen PT Marina Jaya Ancol menyegel tujuh kapal yang biasa mengangkut pegawai negeri sipil ke Kepulauan Seribu karena belum membayar biaya sandar dan tidak disiplin saat bersandar.
 
One Stop Service Marina Batavia Sunda Kelapa
Oleh : Sapto Adiwiloso
Dibangun dengan arsitektur gaya Belanda, Marina Batavia Sunda Kelapa tak hanya berfungsi sebagai sandar kapal belaka. “Jakarta Waterfront Heritage” ini dilengkapi fasilitas penunjang lengkap bagi owner boat dan krunya. Setelah Navigation School, nantinya juga akan dibangun Sailing School buat anak d
 
Sensasi Quicksilver Sunda Kelapa Cruise
Oleh : Sapto Adiwiloso
Waktu terang bulan Ku pergi berlayar Menuju pantai pulau seribu……… Pulau indah permai dengan pemandangan nyiur melambai di sepanjang pantai…….
 
Wisata Murah Meriah ke Pulau Seribu
Oleh : Sapto Adiwiloso
Krisis ekonomi global yang masih melanda sebagian besar negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, bukan merupakan halangan untuk berwisata ke Kepulauan Seribu. Caranya, pilihlah pelayanan paket hemat yang diberikan agen-agen wisata. Achmad Hidayat, pengelola paket wisata di Pulau Amiterdam -----ya
 
( Arsip Berita )

 

 
  Indonesia Boat
 
  Redaksi | Suara Komunitas  
 
Copyright (c) 2009 “Boat Indonesia JAC” All rights reserved.