Korvet Sigma Class adalah jenis kapal perang perusak buatan Belanda yang dibeli tahun 2007 lalu. Indonesia saat ini mempunyai empat kapal perang jenis ini yakni, KRI Diponegoro, KRI Sultan Hasanuddin, KRI Sultan Iskandar Muda dan KRI Frans Kaisiepo.
Desain Korvet Sigma Class dirancang secara unik sesuai dengan bentuk dan model sigma sebagai singkatan dari Ship Integrated Geometrical Modularity Approach.
Kapal ini memiliki secara flexibility dan affordability sebagai Naval Patrol Vessel, mampu menembus segala cuaca. Kapal memiliki bobot 1.600 ton, panjang geladak utama 90 meter, draft 3,46 meter, lebar 12,2 meter, tinggi 8,2 meter, kecepatan jelajah 25,2 knot, daya dorong 2 X 7.400 hp.
Korvet ini dilengkapi dengan perlengkapan komunikasi dan pertempuran yang lengkap di dalam ruang yang luas untuk menampung akomodasi 80 orang.
Kemampuan propulsi diesel propeler ganda dan keseimbangan yang tinggi dari kapal ini (dilengkapi dengan gulungan penyetabil pasif) membuatnya cocok untuk operasi pencarian dan patroli di perairan teritorial indonesia.
Fungsi dasar dari kapal ini adalah Patroli maritim Zona Ekonomi Ekslusif (EEZ), Penggetar, Pencarian dan penyelamatan (SAR) dan anti kapal selam. Dek helikopter mampu menampung sebuah helikopter dengan berat maksimum 5 ton dilengkapi dengan fasilitas lashing point dan sistem pengisian BBM .Operasi helikopter mampu dilakukan pada malam hari maupun siang hari. Kapal ini dibuat menggunakan rules Lloyd's Registeruntuk unrestricted service dan disetujui oleh prinsipal kelautan yang bonafid.
Persenjataan terdiri dari AAW/Anti Air Warfare (Anti Serangan udara), ASuW/Anti Surface Warfare (Anti kapal atas air), ASW/Anti Submarine Warfare (Anti Kapal Selam, W/Electronic Warfare (Perang Electronika).
Karakteristik umum
Berat benanam : 1.700 Ton
Panjang : 90,71 m (297.60 kaki)
Lebar : 13,02 m (42.72 kaki)
Draft : 3,60 m (11.81 kaki)
Kecepatan : 28 knot
Awak kapal : 80 orang
** Kaparino |